Mar 19, 2011

Jengkala Jengking Merak

Seronok dengan kehidupan harian yang mengembirakan setiap minit, setiap jam dan boleh juga diklasikkan dengan perkataan lama seperti main guli di tanah kuning sebab senang buat lubang, kini kita tidak bermain seperti dulu, seperti itu juga  kehidupan kita sekarang, akan ada penamatnya suatu hari kelak.

Aku ingin berbahasa europe tapi aku pasti ianya kurang jelas tapi aku ingin berbahasa tanah airku juga...

Keluasan padang pasir yang begitu luas, adanya kala jengking yang buas baru melihat orang. Sepertinya sekelilingmu sunyi sepi pilu resah binggung dan adanya ayat ini "pasti akan sampai", tapi tidak tersabar kaki terus berjalan. Air yang keruh pun engkau minum sampai jatuh tersungkur ke tanah, kenapa tidak pegang saja airku, tak ada yang ingin ?.. tipu .. 
Terusan seuz bengkok engkau redah, batu segiempat engkau cakap pelik tapi aku manusia adakah aku baik? sinonim dengan jiwa langit sungguh perasaan biasan kamu, yang dikata seperti meyimpang ke lubung sempit, ingin menyumpit? ..Jadi, apa yang ada dengan kelajuanmu bertutur bahasa semalam, bertukar kata membelitkan cerita seperti ular menari dengan temannya, merosakkan seni lama, bias dijawabnya.
"Biarlah, habiskan airmu dulu, menjadi air sirap pasti tak sama rasanya ..."

"Cuma ada satu, jika ada yang lain, itu cuma palsu, bertahan sampai berpadu"

No comments: